Polisi Grebek Pelanggan Spa Gay Di Harmoni Dari Yang Berduit Sampai Orang Biasa


CerpenPolisi Grebek Pelanggan Spa Gay Di Harmoni Dari Yang Berduit Sampai Orang Biasa - Polisi menggerebek pusat kebugaran T1 Spa yang diduga dijadikan tempat pesta seks lelaki penyuka sesama jenis alias gay. Penggerebekan dilakukan pada Jumat malam kemarin.

Seorang petugas keamanan sekitar lokasi menceritakan, tempat itu saban hari ramai pengunjung. Di lihat dari kendaraannya, tamu yang datang ke spa itu juga orang berduit.

"Banyak yang ke sini. Dari yang mobil mewah, Alphard, sampai yang naik motor," katanya yang tak ingin disebutkan namanya, Minggu (8/10).

Dia menambahkan, dilihat dari usia dan pekerjaannya, tamu yang datang ke tempat tersebut sangat beragam.

"Ada anak muda ada juga yang kakek-kakek. Dari pekerja sampai anak mahasiswa juga ada," kata pria yang saban hari memang bertugas di sekitar lokasi.

Bahkan dalam pengamatannya, mereka yang biasa keluar dari tempat itu seolah tak malu mempertontonkan kemesraan mereka.

Penggerebakan tempat prostitusi gay sebelumnya juga pernah terjadi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Saat ditanya apakah dia mengetahui ada kesamaan pemilik antara dua tempat tersebut, sekuriti mengaku tak terlalu tahu.

"Tapi menurut informasi kalau kaga salah masih sepupu," kata dia.

Seperti diberitakan, Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek tempat prostitusi pria pencinta sesama jenis yang dilakukan di T1 Sauna, Ruko Plaza Harmoni, Jalan Suryo Pranoto, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat 6 Oktober 2017 malam. Saat diciduk, polisi menemukan fakta bahwa mereka tengah melangsungkan pesta seks sesama jenis. Judi Poker Online

Sebanyak 51 pria diamankan dari penggerebekan tersebut. Dari puluhan orang itu, terdapat juga empat warga China, seorang warga Thailand, seorang warga Malaysia dan seorang warga Singapura.

Pengelola spa bersama karyawannya telah dija‎dikan tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni GG, GCMP, NA, ES dan K. Sementara satu orang lagi dengan inisial H masih buron. Mereka dijerat Pasal 30 jo Pasal 4 Ayat 2 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 dan atau Pasal 296 KUHP.