Jalan Yang Panjang Pasangan 'Rindu' Maju di Pilgub Jawa Barat

Pilgub Jawa Barat - Jalan Yang Panjang Pasangan 'Rindu' Maju di Pilgub Jawa Barat - Jauh-jauh hari Ridwan Kamil sudah mendeklarasikan dirinya maju sebagai calon gubernur Jawa Barat. Beberapa partai politik pun siap menyokongnya. Ternyata jalan pria biasa disapa Kang Emil tak mulus.



Sejak awal Partai NasDem mengusung Emil. Disusul Golkar, PKB, PPP, terakhir Hanura. Nama kader Golkar, Daniel Muttaqien dipasangkan dengan Emil. Terjadi penolakan.

PPP kemudian menyorongkan Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum. PKB memunculkan Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda, Sekretaris Fraksi PKB DPR Cucun Ahmad Syamsurizal dan Wasekjen PKB Maman Imanulhaq.

Emil akhirnya memutuskan melakukan konvensi. Rupanya ide pemilihan wakil dengan cara seperti itu ditolak oleh Golkar. Setelah pergantian posisi Ketua Umum dari Setya Novanto ke Airlangga Hartarto, arah dukungan berubah.

Dapat Bonus New Member 20% Langsung Dari Salmonpoker.com Bandar Poker Online Setelah Mendaftar dan Melakukan Deposit Pertama

Golkar memutuskan mengusung kadernya Dedi Mulyadi. Koalisi dengan Demokrat. Dedi resmi dipasangkan dengan Deddy Mizwar. Posisi bupati Purwakarta itu menjadi calon wakil gubernur.

Peta pun berubah. PPP bersikeras mendorong Uu. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sempat mengusulkan agar mencari pasangan yang tak berasal dari parpol.

"Yang jelas saya didatangi semua pengurus PKB Jawa Barat mereka semua menolak Uu. Nah alternatifnya yang saya sampaikan kepada Pak Ridwan Kamil nanti dalam waktu dekat cari yang non partai," kata Cak Imin.

"Pokoknya kalau tiga ini harus kompaklah, NasDem, PKB, PPP harus kompak. Tapi kita harus cari jalan tengah," tambahnya.

Lobi-lobi terus dilakukan. Emil safari menemui para petinggi partai koalisi. Pada, 3 Januari, Emil mendadak mendatangi kantor DPP PDIP, Jakarta. Dia disambut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Bappilu PDIP, Bambang DH serta Andreas Hugo Parerra.

5 Januari, atau selang dua hari pasca-lobi 'Kartikasari' digelar, PDIP putuskan sejalan dengan Emil dan bergabung dengan koalisi PPP, PKB, NasDem dan Hanura.

PPP bereaksi. Partai Ka'bah menolak jago PDIP Irjen Anton Charliyan sebagai calon wakil Emil. PPP pun mengancam akan angka kaki. Sehari kemudian akhirnya muncul kesepakatan.

Para petinggi koalisi pendukung Emil menggelar pertemuan khusus pada Sabtu 6 Januari. Ketua PPP Romahurmuziy dan Ketua Hanura Oesman Sapta Odang hadir. PKB diwakili Ketua Desk Pilkada DPP PKB Daniel Johan, dan NasDem diwakili Ketua Bappilu yang juga Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.

Hasilnya, seluruh partai tersebut sepakat. Surat rekomendasi untuk Emil-Uu akan dikeluarkan dan diumumkan pada Minggu (7/1). PDIP akhirnya menduetkan TB Hasanuddin dan Anton Charliyan.

Emil bersama Uu ke Jakarta mengambil surat rekomendasi. Pertama mendatangi Hanura, lalu PPP, lanjut NasDem, terakhir PKB. Di PKB tertunda karena petingginya berhalangan. Rekomendasi PKB baru diterima pasangan 'Rindu' pada Senin (8/1) di kantor DPW PKB, Jalan Haruman, Kota Bandung.

"Insya Allah menang. Kami sama-sama punya pengalaman, saya di perkotaan, Kang Uu di pedesaan. Jadi ini kolaborasi yang baik sehingga mudah-mudahan bersinergi, dengan baik," ujar Ridwan di kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Minggu (7/1).

Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan, keputusan itu diambil setelah empat partai koalisi menyepakati dalam pertemuan Sabtu (6/1) sore. Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, kata Romi, mengambil keputusan sendiri menunjuk Uu sebagai bakal calon wakil gubernur.

Baca Juga : Ditinggal Parpol, Calon Petahana Legowo Karena Tak Bisa Ikut Pilgub Sumut

"Kita serahkan kepada Kang Emil memilih siapa yang mendampingi beliau sehingga masing-masing DPP bertanya, Kang Emil mempertegas bahwa saya memilih Uu sebagai calon wakil," ujar Romi di kantor DPP PPP, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (7/1).

Cak Imin mengaku telah berdiskusi dengan para kiai dan semua pengurus PKB. Keputusan disepakati untuk terus mendukung koalisi agar tidak pecah. "Karena kalau koalisi pecah bisa jadi Ridwan Kamil enggak naik," tuturnya.

Hari ini, pasangan 'Rindu' akan mendaftarkan diri ke KPU sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar. Pasangan ini akan mendatangi KPU Jabar sekitar pukul 09.00 WIB.